Kata Pengantar

 

Salam Sejawat,

 

Penyakit ginjal kronik merupakan masalah kesehatan global, dimana saat ini 10% populasi dunia menderita penyakit ginjal kronik. Penyakit ginjal kronik dapat disebabkan oleh berbagai kondisi yang mendasari, salah satunya adalah glomerulonefritis. Glomerulonefritis seringkali berujung pada penyakit ginjal tahap akhir dimana membutuhkan terapi pengganti ginjal. Berdasarkan data dunia, insiden glomerulonefritis mencapai 0.5-2.5 per 100.000 pasien setiap tahunnya, dimana 14-20% kasusnya berujung pada penyakit ginjal tahap akhir. Selain risiko progresivitas menjadi penyakit ginjal tahap akhir, terapi glomerulonefritis seringkali dianggap rumit dan membutuhkan biaya yang besar. Saat ini berbagai perkembangan telah terjadi pada pengelolaan glomerulonefritis. Sesuai dengan hal tersebut, maka Jakarta Nephrology and Hypertension Course (JNHC) pada tahun 2021 ini mengusung tema “Glomerulonephritis: Best Practice Towards Prevention and Retarding Progression of CKD”. Simposium JNHC ke-20 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) tahun ini akan menghadirkan topik-topik ilmiah yang padat juga hal-hal praktis yang pasti bermanfaat untuk dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam dan profesional kedokteran lain yang berminat di bidang nefrologi dan hipertensi.

Sesuai dengan temanya, simposium ini akan membahas kemajuan terbaru pada tatalaksana glomerulonefritis dimulai dari penyegaran mengenai gambaran klinis, biomarker, peran biopsi dan histopatolgi hingga penatalaksanaan berbagai jenis glomerulonefritis termasuk glomerulonefritis sekunder. Selain itu, usaha untuk memperlambat progresivitas menjadi penyakit ginjal tahap akhir juga menjadi fokus pada beberapa topik akan dibahas oleh banyak pakar di bidang nefrologi.

Pelaksanaan simposium tahun ini tetap menghadirkan diskusi kasus interaktif yang akan melibatkan seluruh peserta dan dipandu oleh para panelis. Segmen Daily Practice in Clinical Nephrology akan tetap hadir membahas pendekatan klinis yang seringkali ditemukan pada kasus sehari-hari. Yang juga menjadi hal unik dan menarik setiap tahunnya adalah segmen debat dengan topik yang diangkat “High Protein Diet for Hemodialysis Patients: Pro and Cons”. Tentu saja segmen ini tidak hanya memberikan nuansa yang berbeda namun juga memberikan wawasan dan padangan baru kepada para peserta.

Indonesia Nephrology Forum (INF) ke-13 akan mengawali rangkaian simposium-simposium selanjutnya. Topik INF kali ini akan membahas perkembangan terbaru dialysis peritoneal dan hemodiafiltration.

Selain glomerulonefritis, tentunya hipertensi masih menjadi salah satu penyebab utama dari penyakit ginjal kronik. Tidak hanya sebagai faktor risiko dari penyakit ginjal, hipertensi juga merupakan salah satu faktor risiko terbesar dari penyakit kardioserebrovaskular. Kondisi ini saling berkaitan satu sama lain, terlebih penyakit kardiovaskular berkontribusi dalam meningkatkan morbiditas dan mortalitas pasien dengan penyakit ginjal kronik. Oleh karena itu, pada hari terakhir akan diselenggarakan Symposium of Hypertension (SH) dengan tema “Hypertension as Cardiocerebrovascular and Renal Disease Risk Factors”.

Semoga penyelenggaraan INF-JNHC-SH ini dapat memberikan manfaat pengetahuan dan pengalaman ilmiah yang berguna bagi sejawat sekalian.

Sampai bertemu di INF, JNHC & SH 2021.

dr Maruhun
Dr. dr. Maruhum Bonar H. Marbun, Sp.PD-KGH
(Ketua Panitia)
t45g45t
dr. Aida Lydia Sutranto, PhD., Sp.PD-KGH
(Ketua Umum PB. PERNEFRI)